![]() |
| Zulham Zamrun Mesti Bawa Indonesia Raih Kemenangan Atas Filipina, Selasa (25/11/2014) |
Menang! Kata itulah yang pantas disematkan dan harus direalisasikan oleh skuat garuda saat berhadapan dengan Filipina dalam lanjutan fase Grup A Piala AFF 2014, Selasa, (25/11). Pelatih Indonesia, Alfred Riedl, juga menginstruksikan anak asuhnya agar tampil lepas untuk meraih kemenangan melawan The Azkals dan membuka peluang lolos ke semifinal.
Namun
tidak mudah untuk meraih kemenangan melawan Filipina. Dalam beberapa tahun
belakangan, tim asuhan Thomas Dooley menjelma menjadi salah satu Negara yang
diperhitungkan di Asia Tenggara berkat program pemain naturalisasinya. Bahkan
Filipina sukses lolos ke final AFC Challenge Cup 2014 sebelum akhirnya
dikalahkan Palestina.
Fiipina
merekrut beberapa pemain untuk dinaturalisasi dari beberapa Negara kuat Eropa,
seperti dari Inggris (Younghusband bersaudara, Robert James Gier, Mark Andrew Hartman,
Curt-Jordan Dizeon dan Simon Clive Greatwich), Spanyol ( Tomas Angel Trigo,
Juan Luis Guirado, dan Javier Patino), Italia ( Simone Rota dan Dennis
Villanueva), Jerman ( Gelito Ott dan Patrick Reichelt). Selain itu ada beberapa
pemain lagi hasil naturalisasi, Martin Steuble (Swiss), Misagh Bahadoran
(Iran), Paul Mulders (Belanda), Jerrr Ruben Lucena (Denmark), Kenshiro Michael
Daniel (Amerika), dan Daisuke Sato (Jepang).
Wartawan
asal Filipina mengungkapkan alasan di balik program naturalisasi yang dilakukan
federasi sepak bola Filipina. Hal itu dilakukan untuk menaikkan pamor sepak bola
yang masih jauh tertinggal dibanding basket dan tinju di Negara itu. Program
ini cukup menaikkan prestasi Fiipina, dari yang sebelumnya sering menjadi
bulan-bulanan Negara lain di Piala AFF, kini Filipina menjadi kekuatan yang
menakutkan. Itu bisa dilihat dari keberhasilan Filipina melaju ke semifinal
Piala AFF di dua edisi terakhir.
Riedl
pasti sudah mengetahui kelemahan dan kekuatan calon lawannya ini. Pelatih asal
Austria ini mengatakan Filipina tidak mempunyai kekuatan fisik layaknya
Vietnam. Sisi inilah yang akan dieksploitasi Zulham Zamrun dkk. demi meraih
kemenangan perdana. Di kubu lain, pelatih Filipina yang juga mantan kapten
timnas Amerika Serikat mewaspadai penyerang Indonesia yang disebutnya kuat.
Mantan asisten Jurgen Klinsman di timnas Amerika ini juga merendah saat ditanya
soal kemungkinan memetik kemenangan atas Indonesia.
Melihat
hal-hal di atas, Indonesia patut waspada meskipun dalam rekor pertemuan kita belum
pernah kalah dari Filipina. Dari 21 laga yang telah dipertandingkan, Indonesia
meraih 19 kemenangan dan dua hasil imbang. Garuda harus menunjukkan karakter
permainannya agar mampu meraih kemenangan dengan bermain umpan-umpan pendek dan
mengandalkan kecepatan pemainnya. Hal itu yang belum terlihat saat Indonesia
bersua Vietnam, Sabtu (22/11). Ayo garuda tunjukan permainan terbaikmu, terbang
tinggilah garuda!
Indonesia (4-2-3-1)
Kurnia Meiga, Zulkifli Syukur, M. Roby, Victor Iqbonefo,
Rizki Ripora, Raphael Maitimo, Firman Utina ©, M.Ridwan, Boaz Solossa, Zulham
Zamrun, Sergio Van Dijk.
Filipina ( 4-4-2 )
Patrick, Rota, Guirado,
Aguinaldo, Daisuke, Bahadoran, Ott, Lucena, Steuble, Hartman, Philip.
.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar