Rabu, 26 November 2014

Review Matchday Kelima Liga Champion Eropa.

Chelsea Memastikan Lolos ke Babak 16 Besar Liga Champion Usai Taklukan Schalke, 5-0, Selasa (25/11/2014)
Ada Sembilan tim tim yang memastikan lolos ke perdelapan final Liga Champion Eropa usai matchday kelima rampung dilaksanakan. Selain lima tim (Real Madrid, Borussia Dortmund, Bayern Muenchen, PSG, Porto) yang sudah lolos di matchday sebelumnya, pekan ini ada empat klub lain yang melaju ke babak 16 besar, yakni Atletico Madrid, Arsenal, Chelsea, dan Shakhtar Donetsk. Atletico menaklukkan Olympiakos dengan skor 4-0, Arsenal bungkam Dortmund 2-0 dan Chelsea hajar Schalke 5-0. Meski kalah 0-1 dari Athletic Bilbao, Shakhtar juga lolos ke babak selanjutnya.

Masih ada 24 tim yang akan memperebutkan delapan tiket tersisa ke fase knock out. Persaingan sengit terjadi hampir di semua Grup, hanya di Grup D, F, dan H yang sudah diketahui dua tim yang akan lolos. Selain di tiga grup itu,  para kontestan masih berlomba-lomba meraih kemenangan untuk memuaskan para fansnya. Di Grup A, Juventus dan Olympiakos harus menentukan nasibnya di laga terakhir fase grup, tiga tim di Grup B masih memilki peluang yang sama untuk mendampingi Madrid lolos dari grup. Sedangkan Leverkusen, Monaco, dan Zenit bersaing ketat memperebutkan posisi satu dan dua di Grup C.

AS Roma dan Manchester City harus bertarung sengit di laga terakhir grup E demi satu tiket tersisa. Sementara itu Schalke dan Sporting juga memiliki kans yang sama untuk mendampingi Chelsea lolos dari Grup G.

Hasil Matchday Kelima Liga Champion :

Grup A                                                            

Atletico Madrid 4-0 Malmo
Malmo 0-2 Juventus

Grup B

Basel 0-1 Real Madrid
Ludogorets 2-2 Liverpool

Grup C

Zenit 1-0 Benfica
Leverkusen 0-1 Monaco

Grup D

Anderlecht 2-0 Galatasaray
Arsenal 2-0 Dortmund

Grup E

CSKA 1-1 Roma
Manchester City 3-2 Bayern Muenchen

Grup F

APOEL 0-4 Barcelona
PSG 3-1 Ajax

Grup G

Schalke 0-5 Chelsea
Sporting 3-1 Maribor

Grup H

BATE 0-3 Porto
Shakhtar 0-1 Bilbao



Misi Sulit Liverpool


Steven Gerrard Mesti Memotivasi Rekan-rekannya Demi Meraih Hasil Positif Saat Bertandang ke Markas Ludogorets, Rabu (26/11/2014)



Kemenangan harus diraih tim asuhan Brendan Rodgers, saat Liverpool melawat ke Bulgaria, kandang Ludogorets, Rabu (26/11/2014). Tiga poin mesti dibawa pulang ke Inggris  jika Steven Gerrard dkk. masih ingin menjaga asa untuk lolos ke fase knock out Liga Champion Eropa. Saat ini Liverpool berada di posisi ketiga dengan raihan tiga angka, di bawah Real Madrid (12) dan FC Basel (6). Kepercayaan diri skuat The Reds sedang berada dalam titik terendah setelah mengalami empat kekalahan beruntun di semua kompetisi.
         
          Pelatih asal Irlandia Utara ini mengatakan kepercayaan diri para pemainnya sedang bermasalah dalam beberapa pekan terakhir. Bila kondisi tim masih seperti saat ini, Rodgers mesti mengubah pola permainan Liverpool yang selama ini bermain secara atraktif dan terbuka. Mantan pelatih Swansea ini diwajibkan menjaga kesolidan lini pertahanan tim kota Merseyside serta menambah daya gedor lini serang Adam Lallana dkk. Strategi itu diperlukan untuk meraih dua kemenangan tersisa di Grup B atas Ludogorets dan Basel.
            
        Laga ini merupakan jamuan perdana Ludogorets terhadap wakil Inggris di kompetisi Eropa. Namun, tim asal Bulgaria ini tidak dapat menggunakan stadion utamanya karena tidak memenuhi syarat yang diminta oleh UEFA. Seperti musim lalu saat berlaga di Liga Europa, Ludogorets mesti memainkan partai kandang di Stadion Nasional Vasil Levski, Sofia.

Liverpool memiliki rekor apik saat bertandang ke Negara yang berada di Eropa timur ini. Rekor pertandingan Liverpool di Bulgaria adalah tiga kemenangan dan sekali kalah. Satu-satunya kekalahan datang saat takluk 0-2 dari CSKA Sofia pada Piala Champions 1981/82. Meski memiliki rekor yang lumayan, misi sulit mesti dijalani Liverpool untuk membuka peluang lolos ke babak selanjutnya bila dilihat dari performa The Reds akhir-akhir ini. Bila motivasi tim asuhan Rodgers kembali meningkat, sangat sulit bagi tim asal Bulgaria ini meraih angka dari Liverpool.






            

Undian Grup Copa America 2015


Delapan Stadion Siap Gelar Copa America Cili 2015
        
      Undian Copa Amerika 2015 dilaksanakan di Vila del Mar, Cili, Senin (24/11/2014) waktu setempat. 12 tim sudah dibagi ke dalam tiga grup yang masing-masing dihuni oleh empat Negara. Ajang ini akan berlangsung di Cili, 11 Juni-4 Juli 2015. Tuan rumah Cili tergabung bersama Meksiko, Ekuador, dan Bolivia. Sementara ulangan perempat final Copa America 2011 antara Argentina melawan Uruguay tersaji di Grup B, laga panas dipastikan akan terjadi saat kedua tim itu akan bertemu.

Sayangnya, duel penyerang tajam yang bermain untuk Barcelona, dan membela dua Negara yang berbeda, antara Lionel Messi vs Luis Suarez tidak akan terjadi. Hal itu dikarenakan El Pistolero masih menjalani hukuman skorsing setelah menggigit Giorgio Chiellini di Piala Dunia 2014. Sementara itu, Paraguay dan Jamaika menggenapi dua tim yang akan menghuni Grup B.
            
         Di Grup C, Brasil akan kembali berhadapan dengan Kolombia. Masih hangat dalam ingatan saat Brasil mengandaskan perlawanan Kolombia di perempat final Piala Dunia 2014 dengan skor 2-1. Di partai itu pula terjadi insiden saat penyerang Brasil, Neymar, mengalami cedera patah tulang belakang setelah ditabrak pemain belakang Kolombia, Juan Zuniga.
          
          Dari hasil jajak pendapat yang dilakukan media Inggris, Mirror, hingga Selasa (25/11/2014), 35 persen suara menjagokan Argentina menjadi juara Copa America edisi kali ini. Brasil dan Kolombia meraih 21 persen suara, disusul Cili dengan 12 persen dan Jamaika 9 persen.

Hasil Undian Copa America 2015

Grup A                       Grup B                       Grup C
Cili                              Argentina                   Brasil
Meksiko                      Uruguay                     Kolombia
Ekuador                     Paraguay                    Peru
Bolivia                        Jamaika                      Venezuela
           
Perempat Final
1.         24 Juni : Juara Grup A vs Peringkat Tiga Terbaik                  (Santiago )
2.         25 Juni : Runner Up A vs Runner Up C                                    ( Temuco)
3.         26 Juni : Juara Grup B vs Peringkat Tiga Terbaik Kedua     (Vina del Mar)
4.       27 Juni : Juara Grup C vs Runner Up B                                     (Concepcion)

Semifinal
29 Juni : Pemenang PF1 vs Pemenang PF2                                            (Santiago)
30 Juni : Pemenang PF3 vs Pemenang PF4                                            (Concepcion)

Perebutan Peringkat 3
3 Juli : Kalah 1 vs kalah 2                                                                         (Concepcion)

Final
4 Juli : Menang 1 vs Menang 2                                                                  (Santiago)

           
           







Harus Menang Juve!

Carlos Tevez dkk. Sedang Dalam Performa Puncak.


Juventus harus menang saat bertandang ke kandang wakil Swedia, Malmo, Rabu (26/11/2014), dalam lanjutan matchday kelima Liga Champions Eropa 2014/15. Saat ini Juventus masih bercokol diposisi ketiga dengan raihan enam  poin di bawah Atletico (9 angka), dan Olympiakos (6). Sebenarnya Juve memiliki angka yang sama dengan Olympiakos, namun tim asal Yunani unggul head to head dibandingkan Si Nyonya Tua.

            Juve menargetkan tiga poin di partai ini untuk mengamankan peluang lolos ke perdelapan final. Sebelum laga ini, I bianconeri mencetak empat kemenangan beruntun dan mencetak 15 gol atas Olympiakos (3-2), Empoli (2-0), Parma (7-0) dan Lazio (3-0). Modal ini bisa dipakai untuk menambah rasa kepercayaan diri tim asuhan Massimiliano Allegri, untuk membungkam suporter Malmo, di Stadion Swedbank Arena.

            Perubahan formasi dari 3-5-2 ke 4-3-2-1/4-3-1-2 yang dikembangkan Allegri menjadi titik balik kesuksesan Juventus akhir-akhir ini. Mengandalkan agresivitas lini tengah yang digalang Paul Pogba, Juve sering kali mampu menguasai jalannya pertandingan dan tentunya meraih tripoin di tiap pertandingan. Namun, Juve memiliki rekor tandang buruk di ajang terbesar di benua Eropa ini dalam kurun satu setengah tahun terakhir. Dalam enam partai tandang teranyar di Liga Champion, Gianlugi Buffon dkk. mengalami lima kekalahan dan hanya menuai satu hasil imbang.

            Kemenangan terakhir Juve di kandang lawan dibukukan saat menghantam Celtic pada duel babak 16 besar Liga Champion 2012/13. Rekor buruk inilah yang harus diperbaiki oleh kubu Juve, jangan sampai hasil buruk di partai tandang ini terus berlanjut, dan mengakibatkan tim kesayangan asal  kota Turin ini gagal lolos ke fase selanjutnya.

Prakiraan Formasi :
Malmo (4-4-2)
Olsen-Concha-Johansson-Helander-Konate-Tinnerholm-Thern-Adu-Forsberg-Eriksson-Rosberg.

Juventus (4-3-1-2)
Buffon-Lichhtsteiner-Bonucci-Chiellini-Padoin-Marchisio-Pirlo-Pogba-Vidal-Llorente-Tevez.







Selasa, 25 November 2014

Filipina Hancurkan Indonesia



Pemain Indonesia Tertunduk Lesu Usai Dibantai Filipina 0-4, Selasa (25/11/2014)


Permainan buruk kembali ditampilkan Tim Nasional Indonesia. Bermain di stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, Selasa (25/11/2014), anak-anak asuhan Alfred Riedl dibungkam Filipina dengan skor 4-0. Turun dengan formasi 4-2-3-1, Riedl mengganti dua pemain yang tampil kurang optimal di laga pertama, yakni Manahati Lestussen dan Boaz Sollossa. Sebagai gantinya pria berusia 65 tahun ini memasukkan Firman Utina dan Samsul Arif. Sejak awal laga, Indonesia dipaksa untuk bertahan oleh The Azkals. Setelah serangan demi serangan dilancarkan anak asuh Thomas Dooley, Filipina mendapatkan hadiah penalti yang berhasil dikonversi menjadi gol oleh Philip Younghusband di menit ke-16, skor berubah menjadi 1-0 dan bertahan hingga babak pertama berakhir.

Di awal babak kedua, Riedl memasukan Boaz Solossa menggantikan Muhammad Ridwan  untuk menambah daya gedor skuat garuda. Namun masuknya kapten Persipura ini tidak  memberikan dampak positif bagi timnas. Filipina malah mampu menambah skor menjadi 2-0 di menit ke-52 setelah sepakan keras Manuel Ott dari luar kotak penalti tidak dapat dihalau Kurnia Meiga. Alih-alih mengejar ketertinggalan, Indonesia malah kembali kebobolan dua gol di menit ke-68 dan 79 masing-masing oleh Martin Steuble oleh dan Robert James Gier, skor 4-0 bertahan hingga wasit Fahad Jaber asal Qatar membunyikan peluit panjang akhir pertandingan.


Ini merupakan kekalahan pertama Indonesia dari Filipina dalam 22 pertemuan, sebelumnya skuat garuda menang 19 kali dan hanya dua kali imbang. Dengan kekalahan ini, peluang Indonesia untuk lolos ke semifinal semakin berat, setelah hanya mampu meraih satu poin dari dua laga. Sedangkan Filipina memastikan lolos ke semifinal untuk ketiga kalinya berturut-turut setelah meraih dua kemenangan dari dua laga. Sebelumnya The Azkals mencapai semifinal pada Piala AFF 2010 dan 2012. Di laga terakhir Indonesia akan bersua Laos, Jumat (28/11/2014), sedangkan Filipina akan menantang tuan rumah Vietnam.

Senin, 24 November 2014

Rekor Pecah : Messi vs Ronaldo

Ronaldo vs Messi Bersaing Ketat di Setiap Musimnya.

Lionel Messi berpeluang mencetak rekor baru saat Barcelona melawan APOEL, dalam lanjutan Liga Champion matchday kelima, Selasa (25/11). Jika El Messiah bisa membobol gawang tim asal Siprus ini, ia akan memecahkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di ajang paling bergengsi seantero Eropa, melampaui total gol yang dicetak legenda Real Madrid, Raul Gonzalez, yakni 71 gol. La Pulga kini hanya butuh satu gol untuk mengukir nama di puncak daftar. Semangat Messi tentu saja lagi tinggi-tingginya berkat rekor yang dibukukan dirinya di La Liga pada Sabtu (22/11).

          Jebolan akademi La Masia ini baru saja memecahkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak di La Liga yang sudah bertahan selama 60 tahun, atas nama Telmo Zarra. Selain Messi yang berambisi menorehkan rekor barunya, ada sosok yang juga berpeluang mencapai prestasi sama dengan Messi. Ya, Cristiano Ronaldo juga berkesempatan menorehkan prestasi yang sama dengan Messi. Pria berusia 29 tahun ini akan melakoni laga melawan Basel, Rabu (26/11), atau lebih lambat satu hari dibandingkan Barcelona.

Saat ini Ronaldo sudah mencetak 70 gol di Liga Champion, artinya ia hanya tertinggal satu gol dengan pria asal Argentina dan punya peluang yang tidak kalah besarnya untuk mencatatkan rekor tersebut. Ronaldo juga tengah on fire untuk mencetak rekor demi rekor. Mantan pemain Manchester United ini baru saja dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak di kompetisi antarnegara Eropa, seperti kualifikasi Piala Eropa dan Piala Eropa dengan 23 gol. Mari kita tunggu, mana yang lebih dulu mencatatkan rekor ini, apakah peraih Ballon d’Or dua kali (2008,2013), Ronaldo atau pemenang Ballon d’Or empat kali (2009, 2010, 2011, 2012), Messi. We’ll see.


Pencetak Gol terbanyak Liga Champion.

1. Raul Gonzalez            71
2. Lionel Messi               71
3. Cristiano ronaldo        70
4. Ruud Van Nilstelrooy 56
5. Thierry Henry              50
6. Alfredo Di Stefano      49
7. Andriy Shevchenko     48
8. Eusebio                        46
9. Filipo Inzaghi              46
10. Didier Drogba            43

Preview Piala AFF Indonesia vs Filipina : Terbang Tinggi Garuda!

Zulham Zamrun Mesti Bawa Indonesia Raih Kemenangan Atas Filipina, Selasa (25/11/2014)

      Menang! Kata itulah yang pantas disematkan dan harus direalisasikan oleh skuat garuda saat berhadapan dengan Filipina dalam lanjutan fase Grup A Piala AFF 2014, Selasa, (25/11). Pelatih Indonesia, Alfred Riedl, juga menginstruksikan anak asuhnya agar tampil lepas untuk meraih kemenangan melawan The Azkals dan membuka peluang lolos ke semifinal.

Namun tidak mudah untuk meraih kemenangan melawan Filipina. Dalam beberapa tahun belakangan, tim asuhan Thomas Dooley menjelma menjadi salah satu Negara yang diperhitungkan di Asia Tenggara berkat program pemain naturalisasinya. Bahkan Filipina sukses lolos ke final AFC Challenge Cup 2014 sebelum akhirnya dikalahkan Palestina.

Fiipina merekrut beberapa pemain untuk dinaturalisasi dari beberapa Negara kuat Eropa, seperti dari Inggris (Younghusband bersaudara,  Robert James Gier, Mark Andrew Hartman, Curt-Jordan Dizeon dan Simon Clive Greatwich), Spanyol ( Tomas Angel Trigo, Juan Luis Guirado, dan Javier Patino), Italia ( Simone Rota dan Dennis Villanueva), Jerman ( Gelito Ott dan Patrick Reichelt). Selain itu ada beberapa pemain lagi hasil naturalisasi, Martin Steuble (Swiss), Misagh Bahadoran (Iran), Paul Mulders (Belanda), Jerrr Ruben Lucena (Denmark), Kenshiro Michael Daniel (Amerika), dan Daisuke Sato (Jepang).

Wartawan asal Filipina mengungkapkan alasan di balik program naturalisasi yang dilakukan federasi sepak bola Filipina. Hal itu dilakukan untuk menaikkan pamor sepak bola yang masih jauh tertinggal dibanding basket dan tinju di Negara itu. Program ini cukup menaikkan prestasi Fiipina, dari yang sebelumnya sering menjadi bulan-bulanan Negara lain di Piala AFF, kini Filipina menjadi kekuatan yang menakutkan. Itu bisa dilihat dari keberhasilan Filipina melaju ke semifinal Piala AFF di dua edisi terakhir.

Riedl pasti sudah mengetahui kelemahan dan kekuatan calon lawannya ini. Pelatih asal Austria ini mengatakan Filipina tidak mempunyai kekuatan fisik layaknya Vietnam. Sisi inilah yang akan dieksploitasi Zulham Zamrun dkk. demi meraih kemenangan perdana. Di kubu lain, pelatih Filipina yang juga mantan kapten timnas Amerika Serikat mewaspadai penyerang Indonesia yang disebutnya kuat. Mantan asisten Jurgen Klinsman di timnas Amerika ini juga merendah saat ditanya soal kemungkinan memetik kemenangan atas Indonesia.

Melihat hal-hal di atas, Indonesia patut waspada meskipun dalam rekor pertemuan kita belum pernah kalah dari Filipina. Dari 21 laga yang telah dipertandingkan, Indonesia meraih 19 kemenangan dan dua hasil imbang. Garuda harus menunjukkan karakter permainannya agar mampu meraih kemenangan dengan bermain umpan-umpan pendek dan mengandalkan kecepatan pemainnya. Hal itu yang belum terlihat saat Indonesia bersua Vietnam, Sabtu (22/11). Ayo garuda tunjukan permainan terbaikmu, terbang tinggilah garuda!

Indonesia (4-2-3-1)
Kurnia  Meiga, Zulkifli Syukur, M. Roby, Victor Iqbonefo, Rizki Ripora, Raphael Maitimo, Firman Utina ©, M.Ridwan, Boaz Solossa, Zulham Zamrun, Sergio Van Dijk.

Filipina ( 4-4-2 )
Patrick, Rota, Guirado, Aguinaldo, Daisuke, Bahadoran, Ott, Lucena, Steuble, Hartman, Philip.




Minggu, 23 November 2014

Phill Neville : Rodgers Orang Yang Tepat Tangani Liverpool

Neville Yakin Rodgers Akan Bawa Liverpool ke Jalur Kemenangan.
     
        The Reds tertinggal 18 poin dari pemuncak klasemen Liga Primer Inggris, Chelsea. Namun, Neville tidak terlalu terkejut dengan kemerosotan prestasi Liverpool bila dilihat dari komposisi skuat yang ada musim ini.
Mantan kapten Everton, Phil Neville, menegaskan Brendan Rodgers adalah orang yang tepat untuk menangani Liverpool, meskipun saat ini

        "Ada target yang tidak realistis ditetapkan untuk Liverpool musim ini, terutama setelah Luis Suarez  meninggalkan klub. Saya masih berpikir dia (Rodgers) adalah orang yang tepat untuk pekerjaan itu meskipun ia harus diberikan lebih banyak waktu. Tapi saya mengerti bahwa saat ini dia berada  di bawah tekanan," ungkap mantan pemain Manchester United ini. 

        Meskipun menyatakan Rodgers membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengubah nasib buruk Liverpool musim ini, ia berpikiran mantan manajer Swansea itu harus berhenti membuat alasan atas buruknya performa The Reds. Beberapa alasan pelatih asal Irlandia Utara itu atas menurunnya prestasi Liverpool musim ini karena The Reds kelelahan bermain di Liga Champion dan kurangnya pengalaman tampil di ajang kompetisi Eropa. Namun, Neville telah menolak klaim Rodgers tersebut.  
          Dia menambahkan: "Saya tidak mengerti alasan ia menyebut Liverpool yang terganggu dengan bermain di Eropa. Sebenarnya jauh lebih mudah bersaing di Liga Champion daripada Liga Europa. Terutama dalam segi persiapan dan pemulihan, karena Anda dapat bepergian lebih jauh bila berlaga di Liga Europa dibandingkan di Liga Champion," ujar pria berusia 37 tahun ini.



Inzaghi Kesal Milan Hanya Bermain Imbang

Inzaghi Kecewa Milan Ditahan Imbang Inter 1-1, Minggu (23/11/2014)
         
         I Rossonerri hanya bermain imbang 1-1 dengan Internazionale Milan di derby Della Madoninna, Minggu, (23/11/2014). Derbi ini merupakan yang pertama bagi Inzaghi selaku pelatih.
Pelatih AC Milan, Filipo Inzaghi, menyesal

       "Hasil ini sangat mengecewakan, kami memiliki beberapa peluang dan gagal meraih kemenangan. Namun, tim saya telah memberikan yang terbaik dan Inter juga melakukan hal yang sama," katanya kepada Sky Sport Italia. Stephan El Shaarawy memiliki peluang terbaik untuk mencetak gol kemenangan, tapi tendangannya masih membentur tiang gawang. Milan dan Inter sama-sama berada di papan tengah klasemen dan tampaknya masih jauh dari target mereka yang ingin finish di tempat ketiga.

         "Derbi ini menunjukkan bahwa ada dua tim yang sedang berada dalam proses, masih dalam tahap pembangunan tim dan dalam waktu dekat akan berada dalam masa puncak," ungkap mantan penyerang Juventus ini.  "Ada pergantian pelatih di Inter, sehingga memberikan semangat baru bagi mereka. Mungkin ada penyesalan bahwa kita tidak mampu memanfaatkan sejumlah peluang menjadi gol. Tapi sekarang kami tak boleh melihat klasemen. Kami harus meilhat karakter dan determinasi tim ini," pungkas pelatih berusia 41 tahun ini. 

              Dari jalannya laga, Milan unggul lebih dulu setelah Jeremy Menez mencetak gol di menit ke-23. Namun, tim asuhan Roberto Mancini mampu menyamakan kedudukan lewat Joel Obi di menit ke-61. Ini merupakan gol pertama bagi Obi di ajang serie A. 

Di Natale Cetak Gol ke-200 di Serie A

Di Natale Raih Gol ke-200 di Serie A Usai Bobol Gawang Chievo, Minggu (23/11/2014)
         
            Selain Lionel Messi yang mencetak rekor gol terbanyak di La Liga, Sabtu (22/11/2014), di belahan Eropa yang lain, Antonio Di Natale mampu membukukan gol ke-200 di ajang serie A. Mantan pemain Empoli ini menggenapkan perolehan golnya tersebut saat Udinese bermain imbang melawan Chievo di Stadion Friuli, Minggu (23/11/2014). Butuh 400 pertandingan bagi Toto, julukan Di Natale, untuk mencapai perolehan gol tersebut. Pria berusia 37 tahun ini sebenarnya sempat mengutarakan niatnya untuk pensiun pada akhir musim 2013/2014. Namun berkat bujukan dari presiden Udinese, Giampaolo Pozzo, Toto mengurungkan niatnya untuk gantung sepatu.

             Di Natale mencetak gol pertamanya di ajang serie A saat Empoli bermain tandang ke Como pada 14 September 2002. Dengan golnya saat melawan Chievo, Di Natale mampu menjaringkan bola ke gawang lawan-lawannya dalam delapan laga terakhir berturut-turut di ajang serie A 2014/15.

Lionel Messi, Raja Gol La Liga






Lionel Messi Diarak Rekan Setimnya Usai Meraih Rekor Gol Terbanyak di La Liga, Sabtu (22/11/2014)

         Selesai sudah kutukan  Zarra, ya itulah kalimat yang banyak digunakan media-media Spanyol dan Eropa tentang keberhasilan Lionel Andres Messi melampaui rekor gol dari legenda Athtletic Bilbao, Telmo Zarra. Setelah mampu mencetak gol ke-250 di La Liga saat Barcelona bersua Eibar, El Messiah tidak mampu membuat gol ke gawang lawan-lawannya dalam tiga partai terakhir La Liga. Laga-laga itu saat Barca bertemu Real Madrid, Celta Vigo dan Almeria. Pada Sabtu, (22/11/2014), tepatnya di stadion Camp Nou, Messi mencetak hattrick ke gawang Sevilla dan resmi menahbiskan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak di La Liga dengan 253 gol. La Pulga butuh waktu sepuluh tahun dan 289 pertandingan untuk membukukan rekor tersebut, seperti diketahui, Messi mencetak gol pertamanya bagi Barca saat bertemu Espanyol pada 16 Oktober 2004. Saat itu Usia Messi baru 17 tahun 114 hari.

Sevilla merupakan klub yang paling banyak dibobol pemain berusia 27 tahun ini. Total Messi mencetak 18 gol ke gawang klub berjuluk Los Nervionenses. Selain Sevilla, korban favorit Messi di La Liga ialah Osasuna (17), Atletico Madrid (17), Valencia (15), dan Madrid (14).  Dari 253 gol yang dipersembahkan pemuda asal Argentina untuk Los Blaugrana, kaki kiri menjadi sumber gol utama dengan 206 gol, Kaki kanan (38), Kepala (8), dan Tangan (1).

Ada hal unik saat melihat data statistik bahwa Messi pernah mencetak gol memakai tangan. Itu terjadi saat Barcelona menjamu Espanyol di lanjutan La Liga musim 2006/2007. Namun prestasi ini diiringi berita yang tidak mengenakan bagi El Barca, ada rumor menyebutkan bahwa Messi akan hijrah dari stadion Camp Nou pada bursa transfer  musim panas mendatang. Isu kencang berhembus mengatakan ia akan bermain di Liga Primer Inggris bersama Arsenal. Sangat disayangkan bila ia mesti pindah dari klub yang sudah membinanya sejak kecil. Messi direkrut Barca dari Newell’s Old Boys saat ia masih berusia 13 tahun.

Jika peraih empat trofi Ballon d’or ini jadi pergi dari Barca, kita tidak akan melihat lagi duel individu antara dirinya dengan maestro Madrid, Cristiano Ronaldo di pentas La Liga. Kita sebagai penikmat sepak bola tentunya ingin terus melihat aksi-aksi dua bintang terbaik dunia dalam beberapa tahun ke depan bertanding di atas lapangan hijau. Selamat untuk Messi, cetak terus prestasi baik secara individu maupun tim.

Lima Besar Pencetak Gol Sepanjang Masa La Liga

1. Lionel Messi 253 gol dari 289 Laga (Barcelona)
2. Telmo Zarra 251 gol dari 277 Laga (Bilbao)
3. Hugo Sanchez 234 gol dari 347 Laga (Madrid)
4. Raul Gonzalez 228 gol dari 550 Laga (Madrid)
5. Alfredo Di Stefano 227 gol dari 329 Laga (Madrid)

Come on Reds, You'll Never Walk Alone.

Gerrard Harus Bawa Liverpool Bangkit Dari Keterpurukan
          
       Kekalahan demi kekalahan diterima anak asuh Brendan Rodgers. Bermain di Selhurst Park, markas Crystal Palace, Minggu (23/11/2014), Steven Gerrard dkk harus bertekuk lutut dengan skor 3-1. The reds unggul terlebih dulu lewat gol yang dicetak Rickie Lambert di menit ke-2 memanfaatkan umpan dari Adam Lallana, skor berubah 0-1 untuk Liverpool. Ini merupakan gol pertama Lambert bersama Liverpool di ajang Liga Primer Inggris. Gol yang dicetak pemain asal inggris ini membuat tim tuan rumah tersentak. Palace mampu menyamakan skor menjadi 1-1 lewat gol yang dipersembahkan Dwigt Gayle di menit ke-17 dan hasil ini bertahan hingga peluit babak pertama dibunyikan.

        Pada babak kedua, tekanan demi tekanan terus dilancarkan anak asuh Neil Warnock ke lini pertahanan Liverpool yang digalang Martin Skrtel dkk. Hasilnya terlihat di menit ke-78 Joe Ledley berhasil membawa The Eagles unggul 2-1 setelah mampu menerima umpan dari rekannya, Bolasie. Selang tiga menit kemudian, Palace memperbesar skor menjadi 3-1 lewat gol yang dipersembahkan  oleh gelandang asal Australia, Mile Jedinak. Hasil ini bertahan hingga wasit J.Moss meniupkan peluit panjangnya.
    
      Dengan hasil ini, Liverpool menderita kekalahan empat kali beruntun di berbagai kompetisi dan menempatkan The Reds di posisi ke-12 klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan 14 poin. Sedangkan Palace naik dua tingkat ke peringkat 15 dengan angka 12. Dari 12 laga yang telah dilakoni Liverpool di Liga Primer, The Reds sudah menderita lima kali kekalahan. Sangat berbeda kondisinya dibandingkan musim lalu, pada pekan yang sama, Liverpool baru tumbang dua kali dan meraup 26 poin dari 12 pekan Liga Primer dan menduduki posisi ke-2.

         Rodgers harus mencari solusi dari permasalahan ini, jangan sampai kondisi ini terus terjadi dan kembali membawa Liverpool ke jurang kegagalan seperti kurun waktu 2009-2013. Kepergian Luis Suarez ke Barcelona dan belum pulihnya Daniel Stturidge dari cedera digadang-gadang menjadi sebab-musabab kemerosotan prestasi Liverpool musim ini. Pembelian pemain yang tidak efektif juga menjadi alasan kegagalan Liverpool pada awal musim ini.
   
         Semoga dalam waktu dekat, pelatih asal Irlandia Utara ini mampu mendapatkan solusi terbaik bagi Liverpool. Bursa transfer musim dingin pada Januari nanti bisa jadi momen yang tepat bagi Rodgers, untuk mendatangkan penyerang anyar atau membawa pulang Divock Origi dari Lille. Dari kebijakan itu diharapkan prestasi Liverpool dapat terkerek, paling tidak dapat finis di posisi keempat yang merupakan tiket terakhir ke ajang Liga Champion Eropa. Come on Reds, You'll Never Walk Alone.

Lewis Hamilton Juara Formula One 2014

Lewis Hamilton Kibarkan Bendera Britania Raya Usai Pastikan Gelar Juara Dunia F1 2014 di Sirkuit Yas Marina, Dubai, Minggu (23/11/2014)
         
         Usai sudah gelaran balap jet darat Formula One (F1) musim 2014. Pebalap asal Inggris, Lewis Hamilton, keluar sebagai juara setelah memenangi Grand Prix terakhir yang diadakan di sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, Minggu, (23/11/2014). Hamilton finish pertama dengan catatan waktu 1 jam 36 menit 2.619 detik. Pesaing terdekat Hamilton dalam perebutan gelar juara, Nico Rosberg, yang juga rekan satu timnnya di Mercedes harus mengalami nahas dengan finis di posisi ke-14. Padahal pebalap asal Jerman ini mampu meraih pole position di awal balapan.

               Pada gelaran F1 musim ini, Hamilton mampu memenangi 11 dari 19 balapan yang telah diselenggarakan, dengan perolehan poin 384, disusul Rosberg 317, dan pebalap asal Red Bull renault, Daniel Ricciardo, di posisi tiga dengan poin 238. Gelar ini merupakan yang kedua bagi Hamilton, setelah sebelumnya meraihnya pada tahun 2008 bersama tim McLaren Mercedes. Kejadian enam tahun lalu hampir serupa dengan musim ini. saat itu pria berusia 29 tahun ini baru mendapatkan gelarnya di race terakhir, tepatnya di sirkuit Interlagos, Brasil.


10 Besar Klasemen Akhir Formula One 2014 

1. Lewis Hamilton Mercedes                         384
2. Nico Rosberg Mercedes                              317
3. Daniel Ricciardo Red Bull-Renault           238
4. Valtteri Bottas Williams-Mercedes           186
5. Sebastian Vettel Red Bull-Renault            167
6. Fernando Alonso Ferrari                           161
7.Felipe Massa Williams-Mercedes               134
8. Jenson Button McLaren-Mercedes           126 
9. Nico Hulkenberg Force India-Mercedes    96 
10.Sergio Perez Force India-Mercedes           59 

           


Sabtu, 22 November 2014

Jelang Final Super Series 2014

Ahsan/Hendra Siap Raih Gelar Bagi Indonesia di Final Super Series Yang Diselenggarakan di Dubai (17-21/12/2014)
        

       


        


           





        Final Super Series 2014 akan diselenggarakan oleh badan perbulu tangkisan dunia,     
Badminton World Federation (BWF) dari tanggal (17/12/2014) - (21/12/2014) di Dubai, Uni Emirat Arab. Ajang ini merupakan puncak dari Super Series yang telah berlangsung selama 12 gelaran yang terdiri dari Victor Korea Open 2014, Maybank Malaysia Open, Yonex All England, Yonex Sunrise India Open, Oue Singapore Open, Yonex Japan Open, BCA Indonesia Open, The Star Australia Open, Yonex Denmark Open, Yonex French Open, Thaihot China Open dan Hongkong Open.

           Kompetisi ini hanya diikuti peringkat delapan terbaik dari 12 Super Series yang telah di gelar. Ada lima nomor yang dipertandingkan di bulu tangkis, yaitu tunggal putra, putri, ganda putra, putri dan ganda campuran. Namun, setiap negara maksimal hanya diizinkan untuk mengirimkan dua wakilnya di setiap nomor, meskipun negara tersebut mampu menempatkan pemainnya lebih dari dua orang di peringkat delapan terbaik Super Series.  

           Indonesia meloloskan empat wakilnya di ajang yang berhadiah total satu juta US Dollar ini. Dari lima nomor yang dipertandingkan, Indonesia tidak menempatkan wakilnya di sektor tunggal putri. Di nomor ini, peringkat terbaik yang dimiliki wakil Indonesia hanya berada di posisi ke-24, yakni Belatrix Manuputty. Sektor yang lain, Indonesia meloloskan Tommy Sugiarto di tunggal putra, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan ganda putra, Greysia Polii/Nitya Krishinda ganda putri dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di nomor ganda campuran. 

            Dari 12 gelaran Super Series yang telah dilalui pada tahun ini, pemain-pemain Indonesia mampu meraih enam gelar. Wakil Indonesia yang mampu mempersembahkan gelar-gelar tersebut yaitu pasangan Ahsan/Hendra di Yonex All England dan Hongkong Open, Owi/Butet di Yonex All England, Singapore Open, dan Yonex Prancis Open. Satu gelar lagi dipersembahkan tunggal putra andalan Indonesia, Simon Santoso di ajang Singapore Open Super Series.

              Pada Final Super Series tahun ini, induk organisasi bulu tangkis Indonesia, PBSI, diyakini mengharapkan wakil Indonesia yang berlaga di ajang tahunan ini mampu merebut lebih banyak gelar juara dibandingkan tahun lalu. Seperti kita ketahui, pada Final Super Series 2013 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, Indonesia hanya mampu meraih satu gelar lewat pasangan Ahsan/Hendra setelah mengalahkan ganda putra dari Korea Selatan, Kim Ki Jung/Kim Sa Rang 21-14 21-16. 

           Sebenarnya Indonesia berpeluang menambah gelar di ajang tersebut tahun lalu. Namun, Tommy Sugiarto harus gigit jari ditaklukkan jagoan dari Malaysia, Lee Chong Wei dengan skor 21-10 21-12. Di gelaran Final Super Series tahun lalu, Denmark mendominasi dengan meraih dua gelar juara lewat Christina Pedersen/Kamila Ryther Juhl dan Joachim Fischer Nielsen/Christina Pedersen. Selain itu ada Lee Chong Wei Malaysia, Li Xuerui China, dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan Indonesia.

              Semoga dengan persiapan yang lebih matang dibandingkan tahun lalu, wakil-wakil Indonesia bisa lebih berprestasi di kompetisi ini. Ajang ini juga diperuntukkan untuk menaikkan kepercayaan diri para pemain Indonesia jelang diselenggarakannya Piala Sudirman tanggal 10-17 Mei 2015 di Kota Donguang, China. Maju terus bulu tangkis Indonesia, salam olah raga!

Kontestan Final Super Series, Dubai, Uni Emirat Arab 2014.

Tunggal Putra : 1. Lee Chong Wei  2. Chen Long  3. Jan O Jorgensen  4. Kento Momota  5. Son Wan ho. 6. Kidambi Srikanth.  7. Hans Kristian Vittinghus.  8. Tommy Sugiarto.

Tunggal Putri : 1. Li Xuerui   2. Wans Shixian   3. Ratchanol Intanon   4. Saina Nehwal    5. Sung Ji Hyun   6. Bae Yeon Ju   7. Tai Tzu Ying   8. Eriko Hirose.

Ganda Putra :  1. Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong   2. Lee Sheng Mu/Tsai Chia Hsin   3. Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa  4. Mathias Boe/Carsten Morgensen.   5. Liu Xiaolong/Qiu Zihan   6. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan  7. Koo Song Hyun/Shin Baek Cheol  8. Fu Haifeng/Zhang Nan.

Ganda Putri :  1. Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi   2. Reika Kakiiwa/Miyuki Maeda  3. Christina Pedersen/Kamila Ryther Juhl  4. Tian Qing/Zhao Yunlei  5. Wang Xiaoli/Yu Yang   6. Chang Ye Na/Kim So Yeong  7. Jung Kyung Eun/Kim Ha Na  8. Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari.

Ganda Campuran : 1. Xu Chen/Ma Jin  2. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir  3. Zhang Nan/Zhao Yun Lei.  4. Ko Song Hyun/Kim Ha Na   5. Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam  6.Joachim Fischer Nielsen/Christina Pedersen. 7. Chris Adcock/Gabrielle Adcock  8. Michael Fuchs/Birgit Michels.