Rabu, 26 November 2014

Review Matchday Kelima Liga Champion Eropa.

Chelsea Memastikan Lolos ke Babak 16 Besar Liga Champion Usai Taklukan Schalke, 5-0, Selasa (25/11/2014)
Ada Sembilan tim tim yang memastikan lolos ke perdelapan final Liga Champion Eropa usai matchday kelima rampung dilaksanakan. Selain lima tim (Real Madrid, Borussia Dortmund, Bayern Muenchen, PSG, Porto) yang sudah lolos di matchday sebelumnya, pekan ini ada empat klub lain yang melaju ke babak 16 besar, yakni Atletico Madrid, Arsenal, Chelsea, dan Shakhtar Donetsk. Atletico menaklukkan Olympiakos dengan skor 4-0, Arsenal bungkam Dortmund 2-0 dan Chelsea hajar Schalke 5-0. Meski kalah 0-1 dari Athletic Bilbao, Shakhtar juga lolos ke babak selanjutnya.

Masih ada 24 tim yang akan memperebutkan delapan tiket tersisa ke fase knock out. Persaingan sengit terjadi hampir di semua Grup, hanya di Grup D, F, dan H yang sudah diketahui dua tim yang akan lolos. Selain di tiga grup itu,  para kontestan masih berlomba-lomba meraih kemenangan untuk memuaskan para fansnya. Di Grup A, Juventus dan Olympiakos harus menentukan nasibnya di laga terakhir fase grup, tiga tim di Grup B masih memilki peluang yang sama untuk mendampingi Madrid lolos dari grup. Sedangkan Leverkusen, Monaco, dan Zenit bersaing ketat memperebutkan posisi satu dan dua di Grup C.

AS Roma dan Manchester City harus bertarung sengit di laga terakhir grup E demi satu tiket tersisa. Sementara itu Schalke dan Sporting juga memiliki kans yang sama untuk mendampingi Chelsea lolos dari Grup G.

Hasil Matchday Kelima Liga Champion :

Grup A                                                            

Atletico Madrid 4-0 Malmo
Malmo 0-2 Juventus

Grup B

Basel 0-1 Real Madrid
Ludogorets 2-2 Liverpool

Grup C

Zenit 1-0 Benfica
Leverkusen 0-1 Monaco

Grup D

Anderlecht 2-0 Galatasaray
Arsenal 2-0 Dortmund

Grup E

CSKA 1-1 Roma
Manchester City 3-2 Bayern Muenchen

Grup F

APOEL 0-4 Barcelona
PSG 3-1 Ajax

Grup G

Schalke 0-5 Chelsea
Sporting 3-1 Maribor

Grup H

BATE 0-3 Porto
Shakhtar 0-1 Bilbao



Misi Sulit Liverpool


Steven Gerrard Mesti Memotivasi Rekan-rekannya Demi Meraih Hasil Positif Saat Bertandang ke Markas Ludogorets, Rabu (26/11/2014)



Kemenangan harus diraih tim asuhan Brendan Rodgers, saat Liverpool melawat ke Bulgaria, kandang Ludogorets, Rabu (26/11/2014). Tiga poin mesti dibawa pulang ke Inggris  jika Steven Gerrard dkk. masih ingin menjaga asa untuk lolos ke fase knock out Liga Champion Eropa. Saat ini Liverpool berada di posisi ketiga dengan raihan tiga angka, di bawah Real Madrid (12) dan FC Basel (6). Kepercayaan diri skuat The Reds sedang berada dalam titik terendah setelah mengalami empat kekalahan beruntun di semua kompetisi.
         
          Pelatih asal Irlandia Utara ini mengatakan kepercayaan diri para pemainnya sedang bermasalah dalam beberapa pekan terakhir. Bila kondisi tim masih seperti saat ini, Rodgers mesti mengubah pola permainan Liverpool yang selama ini bermain secara atraktif dan terbuka. Mantan pelatih Swansea ini diwajibkan menjaga kesolidan lini pertahanan tim kota Merseyside serta menambah daya gedor lini serang Adam Lallana dkk. Strategi itu diperlukan untuk meraih dua kemenangan tersisa di Grup B atas Ludogorets dan Basel.
            
        Laga ini merupakan jamuan perdana Ludogorets terhadap wakil Inggris di kompetisi Eropa. Namun, tim asal Bulgaria ini tidak dapat menggunakan stadion utamanya karena tidak memenuhi syarat yang diminta oleh UEFA. Seperti musim lalu saat berlaga di Liga Europa, Ludogorets mesti memainkan partai kandang di Stadion Nasional Vasil Levski, Sofia.

Liverpool memiliki rekor apik saat bertandang ke Negara yang berada di Eropa timur ini. Rekor pertandingan Liverpool di Bulgaria adalah tiga kemenangan dan sekali kalah. Satu-satunya kekalahan datang saat takluk 0-2 dari CSKA Sofia pada Piala Champions 1981/82. Meski memiliki rekor yang lumayan, misi sulit mesti dijalani Liverpool untuk membuka peluang lolos ke babak selanjutnya bila dilihat dari performa The Reds akhir-akhir ini. Bila motivasi tim asuhan Rodgers kembali meningkat, sangat sulit bagi tim asal Bulgaria ini meraih angka dari Liverpool.






            

Undian Grup Copa America 2015


Delapan Stadion Siap Gelar Copa America Cili 2015
        
      Undian Copa Amerika 2015 dilaksanakan di Vila del Mar, Cili, Senin (24/11/2014) waktu setempat. 12 tim sudah dibagi ke dalam tiga grup yang masing-masing dihuni oleh empat Negara. Ajang ini akan berlangsung di Cili, 11 Juni-4 Juli 2015. Tuan rumah Cili tergabung bersama Meksiko, Ekuador, dan Bolivia. Sementara ulangan perempat final Copa America 2011 antara Argentina melawan Uruguay tersaji di Grup B, laga panas dipastikan akan terjadi saat kedua tim itu akan bertemu.

Sayangnya, duel penyerang tajam yang bermain untuk Barcelona, dan membela dua Negara yang berbeda, antara Lionel Messi vs Luis Suarez tidak akan terjadi. Hal itu dikarenakan El Pistolero masih menjalani hukuman skorsing setelah menggigit Giorgio Chiellini di Piala Dunia 2014. Sementara itu, Paraguay dan Jamaika menggenapi dua tim yang akan menghuni Grup B.
            
         Di Grup C, Brasil akan kembali berhadapan dengan Kolombia. Masih hangat dalam ingatan saat Brasil mengandaskan perlawanan Kolombia di perempat final Piala Dunia 2014 dengan skor 2-1. Di partai itu pula terjadi insiden saat penyerang Brasil, Neymar, mengalami cedera patah tulang belakang setelah ditabrak pemain belakang Kolombia, Juan Zuniga.
          
          Dari hasil jajak pendapat yang dilakukan media Inggris, Mirror, hingga Selasa (25/11/2014), 35 persen suara menjagokan Argentina menjadi juara Copa America edisi kali ini. Brasil dan Kolombia meraih 21 persen suara, disusul Cili dengan 12 persen dan Jamaika 9 persen.

Hasil Undian Copa America 2015

Grup A                       Grup B                       Grup C
Cili                              Argentina                   Brasil
Meksiko                      Uruguay                     Kolombia
Ekuador                     Paraguay                    Peru
Bolivia                        Jamaika                      Venezuela
           
Perempat Final
1.         24 Juni : Juara Grup A vs Peringkat Tiga Terbaik                  (Santiago )
2.         25 Juni : Runner Up A vs Runner Up C                                    ( Temuco)
3.         26 Juni : Juara Grup B vs Peringkat Tiga Terbaik Kedua     (Vina del Mar)
4.       27 Juni : Juara Grup C vs Runner Up B                                     (Concepcion)

Semifinal
29 Juni : Pemenang PF1 vs Pemenang PF2                                            (Santiago)
30 Juni : Pemenang PF3 vs Pemenang PF4                                            (Concepcion)

Perebutan Peringkat 3
3 Juli : Kalah 1 vs kalah 2                                                                         (Concepcion)

Final
4 Juli : Menang 1 vs Menang 2                                                                  (Santiago)

           
           







Harus Menang Juve!

Carlos Tevez dkk. Sedang Dalam Performa Puncak.


Juventus harus menang saat bertandang ke kandang wakil Swedia, Malmo, Rabu (26/11/2014), dalam lanjutan matchday kelima Liga Champions Eropa 2014/15. Saat ini Juventus masih bercokol diposisi ketiga dengan raihan enam  poin di bawah Atletico (9 angka), dan Olympiakos (6). Sebenarnya Juve memiliki angka yang sama dengan Olympiakos, namun tim asal Yunani unggul head to head dibandingkan Si Nyonya Tua.

            Juve menargetkan tiga poin di partai ini untuk mengamankan peluang lolos ke perdelapan final. Sebelum laga ini, I bianconeri mencetak empat kemenangan beruntun dan mencetak 15 gol atas Olympiakos (3-2), Empoli (2-0), Parma (7-0) dan Lazio (3-0). Modal ini bisa dipakai untuk menambah rasa kepercayaan diri tim asuhan Massimiliano Allegri, untuk membungkam suporter Malmo, di Stadion Swedbank Arena.

            Perubahan formasi dari 3-5-2 ke 4-3-2-1/4-3-1-2 yang dikembangkan Allegri menjadi titik balik kesuksesan Juventus akhir-akhir ini. Mengandalkan agresivitas lini tengah yang digalang Paul Pogba, Juve sering kali mampu menguasai jalannya pertandingan dan tentunya meraih tripoin di tiap pertandingan. Namun, Juve memiliki rekor tandang buruk di ajang terbesar di benua Eropa ini dalam kurun satu setengah tahun terakhir. Dalam enam partai tandang teranyar di Liga Champion, Gianlugi Buffon dkk. mengalami lima kekalahan dan hanya menuai satu hasil imbang.

            Kemenangan terakhir Juve di kandang lawan dibukukan saat menghantam Celtic pada duel babak 16 besar Liga Champion 2012/13. Rekor buruk inilah yang harus diperbaiki oleh kubu Juve, jangan sampai hasil buruk di partai tandang ini terus berlanjut, dan mengakibatkan tim kesayangan asal  kota Turin ini gagal lolos ke fase selanjutnya.

Prakiraan Formasi :
Malmo (4-4-2)
Olsen-Concha-Johansson-Helander-Konate-Tinnerholm-Thern-Adu-Forsberg-Eriksson-Rosberg.

Juventus (4-3-1-2)
Buffon-Lichhtsteiner-Bonucci-Chiellini-Padoin-Marchisio-Pirlo-Pogba-Vidal-Llorente-Tevez.







Selasa, 25 November 2014

Filipina Hancurkan Indonesia



Pemain Indonesia Tertunduk Lesu Usai Dibantai Filipina 0-4, Selasa (25/11/2014)


Permainan buruk kembali ditampilkan Tim Nasional Indonesia. Bermain di stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, Selasa (25/11/2014), anak-anak asuhan Alfred Riedl dibungkam Filipina dengan skor 4-0. Turun dengan formasi 4-2-3-1, Riedl mengganti dua pemain yang tampil kurang optimal di laga pertama, yakni Manahati Lestussen dan Boaz Sollossa. Sebagai gantinya pria berusia 65 tahun ini memasukkan Firman Utina dan Samsul Arif. Sejak awal laga, Indonesia dipaksa untuk bertahan oleh The Azkals. Setelah serangan demi serangan dilancarkan anak asuh Thomas Dooley, Filipina mendapatkan hadiah penalti yang berhasil dikonversi menjadi gol oleh Philip Younghusband di menit ke-16, skor berubah menjadi 1-0 dan bertahan hingga babak pertama berakhir.

Di awal babak kedua, Riedl memasukan Boaz Solossa menggantikan Muhammad Ridwan  untuk menambah daya gedor skuat garuda. Namun masuknya kapten Persipura ini tidak  memberikan dampak positif bagi timnas. Filipina malah mampu menambah skor menjadi 2-0 di menit ke-52 setelah sepakan keras Manuel Ott dari luar kotak penalti tidak dapat dihalau Kurnia Meiga. Alih-alih mengejar ketertinggalan, Indonesia malah kembali kebobolan dua gol di menit ke-68 dan 79 masing-masing oleh Martin Steuble oleh dan Robert James Gier, skor 4-0 bertahan hingga wasit Fahad Jaber asal Qatar membunyikan peluit panjang akhir pertandingan.


Ini merupakan kekalahan pertama Indonesia dari Filipina dalam 22 pertemuan, sebelumnya skuat garuda menang 19 kali dan hanya dua kali imbang. Dengan kekalahan ini, peluang Indonesia untuk lolos ke semifinal semakin berat, setelah hanya mampu meraih satu poin dari dua laga. Sedangkan Filipina memastikan lolos ke semifinal untuk ketiga kalinya berturut-turut setelah meraih dua kemenangan dari dua laga. Sebelumnya The Azkals mencapai semifinal pada Piala AFF 2010 dan 2012. Di laga terakhir Indonesia akan bersua Laos, Jumat (28/11/2014), sedangkan Filipina akan menantang tuan rumah Vietnam.

Senin, 24 November 2014

Rekor Pecah : Messi vs Ronaldo

Ronaldo vs Messi Bersaing Ketat di Setiap Musimnya.

Lionel Messi berpeluang mencetak rekor baru saat Barcelona melawan APOEL, dalam lanjutan Liga Champion matchday kelima, Selasa (25/11). Jika El Messiah bisa membobol gawang tim asal Siprus ini, ia akan memecahkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di ajang paling bergengsi seantero Eropa, melampaui total gol yang dicetak legenda Real Madrid, Raul Gonzalez, yakni 71 gol. La Pulga kini hanya butuh satu gol untuk mengukir nama di puncak daftar. Semangat Messi tentu saja lagi tinggi-tingginya berkat rekor yang dibukukan dirinya di La Liga pada Sabtu (22/11).

          Jebolan akademi La Masia ini baru saja memecahkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak di La Liga yang sudah bertahan selama 60 tahun, atas nama Telmo Zarra. Selain Messi yang berambisi menorehkan rekor barunya, ada sosok yang juga berpeluang mencapai prestasi sama dengan Messi. Ya, Cristiano Ronaldo juga berkesempatan menorehkan prestasi yang sama dengan Messi. Pria berusia 29 tahun ini akan melakoni laga melawan Basel, Rabu (26/11), atau lebih lambat satu hari dibandingkan Barcelona.

Saat ini Ronaldo sudah mencetak 70 gol di Liga Champion, artinya ia hanya tertinggal satu gol dengan pria asal Argentina dan punya peluang yang tidak kalah besarnya untuk mencatatkan rekor tersebut. Ronaldo juga tengah on fire untuk mencetak rekor demi rekor. Mantan pemain Manchester United ini baru saja dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak di kompetisi antarnegara Eropa, seperti kualifikasi Piala Eropa dan Piala Eropa dengan 23 gol. Mari kita tunggu, mana yang lebih dulu mencatatkan rekor ini, apakah peraih Ballon d’Or dua kali (2008,2013), Ronaldo atau pemenang Ballon d’Or empat kali (2009, 2010, 2011, 2012), Messi. We’ll see.


Pencetak Gol terbanyak Liga Champion.

1. Raul Gonzalez            71
2. Lionel Messi               71
3. Cristiano ronaldo        70
4. Ruud Van Nilstelrooy 56
5. Thierry Henry              50
6. Alfredo Di Stefano      49
7. Andriy Shevchenko     48
8. Eusebio                        46
9. Filipo Inzaghi              46
10. Didier Drogba            43

Preview Piala AFF Indonesia vs Filipina : Terbang Tinggi Garuda!

Zulham Zamrun Mesti Bawa Indonesia Raih Kemenangan Atas Filipina, Selasa (25/11/2014)

      Menang! Kata itulah yang pantas disematkan dan harus direalisasikan oleh skuat garuda saat berhadapan dengan Filipina dalam lanjutan fase Grup A Piala AFF 2014, Selasa, (25/11). Pelatih Indonesia, Alfred Riedl, juga menginstruksikan anak asuhnya agar tampil lepas untuk meraih kemenangan melawan The Azkals dan membuka peluang lolos ke semifinal.

Namun tidak mudah untuk meraih kemenangan melawan Filipina. Dalam beberapa tahun belakangan, tim asuhan Thomas Dooley menjelma menjadi salah satu Negara yang diperhitungkan di Asia Tenggara berkat program pemain naturalisasinya. Bahkan Filipina sukses lolos ke final AFC Challenge Cup 2014 sebelum akhirnya dikalahkan Palestina.

Fiipina merekrut beberapa pemain untuk dinaturalisasi dari beberapa Negara kuat Eropa, seperti dari Inggris (Younghusband bersaudara,  Robert James Gier, Mark Andrew Hartman, Curt-Jordan Dizeon dan Simon Clive Greatwich), Spanyol ( Tomas Angel Trigo, Juan Luis Guirado, dan Javier Patino), Italia ( Simone Rota dan Dennis Villanueva), Jerman ( Gelito Ott dan Patrick Reichelt). Selain itu ada beberapa pemain lagi hasil naturalisasi, Martin Steuble (Swiss), Misagh Bahadoran (Iran), Paul Mulders (Belanda), Jerrr Ruben Lucena (Denmark), Kenshiro Michael Daniel (Amerika), dan Daisuke Sato (Jepang).

Wartawan asal Filipina mengungkapkan alasan di balik program naturalisasi yang dilakukan federasi sepak bola Filipina. Hal itu dilakukan untuk menaikkan pamor sepak bola yang masih jauh tertinggal dibanding basket dan tinju di Negara itu. Program ini cukup menaikkan prestasi Fiipina, dari yang sebelumnya sering menjadi bulan-bulanan Negara lain di Piala AFF, kini Filipina menjadi kekuatan yang menakutkan. Itu bisa dilihat dari keberhasilan Filipina melaju ke semifinal Piala AFF di dua edisi terakhir.

Riedl pasti sudah mengetahui kelemahan dan kekuatan calon lawannya ini. Pelatih asal Austria ini mengatakan Filipina tidak mempunyai kekuatan fisik layaknya Vietnam. Sisi inilah yang akan dieksploitasi Zulham Zamrun dkk. demi meraih kemenangan perdana. Di kubu lain, pelatih Filipina yang juga mantan kapten timnas Amerika Serikat mewaspadai penyerang Indonesia yang disebutnya kuat. Mantan asisten Jurgen Klinsman di timnas Amerika ini juga merendah saat ditanya soal kemungkinan memetik kemenangan atas Indonesia.

Melihat hal-hal di atas, Indonesia patut waspada meskipun dalam rekor pertemuan kita belum pernah kalah dari Filipina. Dari 21 laga yang telah dipertandingkan, Indonesia meraih 19 kemenangan dan dua hasil imbang. Garuda harus menunjukkan karakter permainannya agar mampu meraih kemenangan dengan bermain umpan-umpan pendek dan mengandalkan kecepatan pemainnya. Hal itu yang belum terlihat saat Indonesia bersua Vietnam, Sabtu (22/11). Ayo garuda tunjukan permainan terbaikmu, terbang tinggilah garuda!

Indonesia (4-2-3-1)
Kurnia  Meiga, Zulkifli Syukur, M. Roby, Victor Iqbonefo, Rizki Ripora, Raphael Maitimo, Firman Utina ©, M.Ridwan, Boaz Solossa, Zulham Zamrun, Sergio Van Dijk.

Filipina ( 4-4-2 )
Patrick, Rota, Guirado, Aguinaldo, Daisuke, Bahadoran, Ott, Lucena, Steuble, Hartman, Philip.