Minggu, 23 November 2014

Come on Reds, You'll Never Walk Alone.

Gerrard Harus Bawa Liverpool Bangkit Dari Keterpurukan
          
       Kekalahan demi kekalahan diterima anak asuh Brendan Rodgers. Bermain di Selhurst Park, markas Crystal Palace, Minggu (23/11/2014), Steven Gerrard dkk harus bertekuk lutut dengan skor 3-1. The reds unggul terlebih dulu lewat gol yang dicetak Rickie Lambert di menit ke-2 memanfaatkan umpan dari Adam Lallana, skor berubah 0-1 untuk Liverpool. Ini merupakan gol pertama Lambert bersama Liverpool di ajang Liga Primer Inggris. Gol yang dicetak pemain asal inggris ini membuat tim tuan rumah tersentak. Palace mampu menyamakan skor menjadi 1-1 lewat gol yang dipersembahkan Dwigt Gayle di menit ke-17 dan hasil ini bertahan hingga peluit babak pertama dibunyikan.

        Pada babak kedua, tekanan demi tekanan terus dilancarkan anak asuh Neil Warnock ke lini pertahanan Liverpool yang digalang Martin Skrtel dkk. Hasilnya terlihat di menit ke-78 Joe Ledley berhasil membawa The Eagles unggul 2-1 setelah mampu menerima umpan dari rekannya, Bolasie. Selang tiga menit kemudian, Palace memperbesar skor menjadi 3-1 lewat gol yang dipersembahkan  oleh gelandang asal Australia, Mile Jedinak. Hasil ini bertahan hingga wasit J.Moss meniupkan peluit panjangnya.
    
      Dengan hasil ini, Liverpool menderita kekalahan empat kali beruntun di berbagai kompetisi dan menempatkan The Reds di posisi ke-12 klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan 14 poin. Sedangkan Palace naik dua tingkat ke peringkat 15 dengan angka 12. Dari 12 laga yang telah dilakoni Liverpool di Liga Primer, The Reds sudah menderita lima kali kekalahan. Sangat berbeda kondisinya dibandingkan musim lalu, pada pekan yang sama, Liverpool baru tumbang dua kali dan meraup 26 poin dari 12 pekan Liga Primer dan menduduki posisi ke-2.

         Rodgers harus mencari solusi dari permasalahan ini, jangan sampai kondisi ini terus terjadi dan kembali membawa Liverpool ke jurang kegagalan seperti kurun waktu 2009-2013. Kepergian Luis Suarez ke Barcelona dan belum pulihnya Daniel Stturidge dari cedera digadang-gadang menjadi sebab-musabab kemerosotan prestasi Liverpool musim ini. Pembelian pemain yang tidak efektif juga menjadi alasan kegagalan Liverpool pada awal musim ini.
   
         Semoga dalam waktu dekat, pelatih asal Irlandia Utara ini mampu mendapatkan solusi terbaik bagi Liverpool. Bursa transfer musim dingin pada Januari nanti bisa jadi momen yang tepat bagi Rodgers, untuk mendatangkan penyerang anyar atau membawa pulang Divock Origi dari Lille. Dari kebijakan itu diharapkan prestasi Liverpool dapat terkerek, paling tidak dapat finis di posisi keempat yang merupakan tiket terakhir ke ajang Liga Champion Eropa. Come on Reds, You'll Never Walk Alone.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar